Monday, August 30, 2010

Bersyukur PadaMu

Bersyukur PadaMu

Cipt. Tertius Denny S.B

Bersyukur padaMu itu kesukaanku
Karna ku mau slalu bersyukur
Bersyukur padaMu itu kerinduanku
Karna ku mau slalu bersyukur


Reff : Ku tahu Engkaulah Tuhan penyelamatku
Ditangan Mu ada perlindungan Mu
Ku tahu Engkaulah yang menolong hidupku
Setiap waktu
Ku mau slalu bersyukur




Note : Lagu tersebut dinyanyikan oleh Soedarsono dalam Album vol.2 “Bersyukur” Produksi Solagracia Record.

Friday, August 27, 2010

Mati adalah Keuntungan


Mati adalah Keuntungan
Bacaan hari ini: Filipi 1:21-24
Ayat mas hari ini:
Filipi 1:21
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 120-122; 1 Korintus 9
Coyote adalah sejenis serigala yang berkembang biak sangat pesat di Amerika bagian utara. Para petani di sana memiliki pandangan yang berbeda terha­dap binatang itu. Sebagian memandang coyote sebagai binatang perusak, karena menjadi ancaman bagi hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing. Sebagian lagi me­­­mandang coyote sebagai binatang yang bermanfaat, karena dapat melin­dungi ta­nam­an dari hama tikus dan he­wan pe­nge­rat lainnya.
Begitulah, satu hal atau keadaan da­pat dilihat dari dua sisi yang berbeda; sisi terang dan sisi kelam. Demikian juga hal kematian. Pada satu sisi kematian bisa di­lihat sebagai peristiwa kelam. Karena itu, orang akan berduka jika mengetahui saat menghadapi kematiannya mendekat. Akan tetapi, dari sisi iman, ke­matian juga bisa dilihat secara optimis. Itulah yang dilakukan oleh Paulus. Ia sedang berada di penjara, dan ia dapat merasakan betul, bahwa kematiannya tidak akan lama lagi. Namun sebaliknya, dari­pa­da berduka dan patah arang, Paulus justru menghadapinya de­ngan penuh pengharapan. “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan,” demikian ia menulis (ayat 21).
Kita suatu saat, cepat atau lambat, akan diperhadapkan pa­da kenyataan ini—atau mungkin sekarang kita tengah mengha­dapi­nya, bahwa hidup kita di dunia tidak akan lama lagi. Dalam situasi demikian, marilah kita berpegang pada iman dan pengharapan kita di dalam Kristus, sehingga kita dapat menghadapinya dengan tetap tenang, tidak kehilangan sukacita. Kita dapat menyongsong saat-saat kematian yang mendekat dengan hati lapang dan kepala tegak.
DI DALAM KRISTUS KITA HADAPI KEMATIAN DENGAN SENYUM

Penulis:
Ayub Yahya

Thursday, August 26, 2010

Yesus Jalan Kebenaran dan Hidup


Yesus Jalan Kebenaran dan Hidup
Lirik dan Lagu : Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo

Yesus jalan kebenaran dan hidup
Yesus Tuhan Allahku
Tak seorangpun datang kepada Tuhan
hanya melalui Dia

Yesus naik ke Surga sediakan tempat  bagi kita
Dia segera datang  menjemput umatnya dalam
Kemuliaan-Nya

Haleluya, Amin
Haleluya, Amin
Haleluya, Amin
Haleluya, Amin

Monday, August 23, 2010

Pulihkan Aku Tuhan

Pulihkan Aku Tuhan


Lagu dan Lirik : Pdt. Dr. Erastus Sabdono


Pulihkan aku Tuhan dalam sisa hidupku ini
Segarkan jiwaku s'lalu oleh kuasa firman dan roh-Mu
Ubah hatiku Tuhan untuk lebih mengasihi-Mu
Mengutamakan Kau Yesus Lebih dari dunia ini


Prechorus:
Yang kuingini Engkau saja,
tinggal dalam kehendak rencana-Mu
Pisahkan diriku dari dunia ini,
semakin kudamba kerajaan-Mu


Chorus:
Oh Tuhan Yesus, kerinduan hatiku
Mutiara tak ternilai, harta milik-Mu
Keindahan-Mu memudarkan dunia
Di mataku Engkau termulia

Memuji Tuhan dalam Keteduhan


Memuji Tuhan dalam Keteduhan

Baca: Kejadian 41:38–45
Alkitab dalam setahun: 1 Yohanes 1–5

Oleh : Pdt.Dr.Erastus Sabdono (diambil dari Renungan Truth)
Saat penulis masih muda, sebagai seorang hamba Tuhan, sering kali penulis membandingkan diri dengan hamba Tuhan lainnya. Dan saya mendapati diri saya masih memiliki temperamen yang buruk, tidak mau mengalah, sombong, menuntut penghargaan dan lain sebagainya. Tetapi semua keadaan pribadi saya yang buruk bisa saya sembunyikan di balik kecerdasan yang saya miliki. Di depan orang, saya tampil sedemikian rupa, hingga tampak pribadi seorang hamba Tuhan yang rendah hati, mau mengalah, dan dapat menerima semua perlakuan. Namun lain di bibir, lain di hati. Bapa di Surga yang Mahatahu mengetahui keadaan saya yang sebenarnya.
Seiring perjalanan hidup saya, dalam banyak perkara yang terjadi dalam hidup saya, saya melihat dan merasakan tangan pertolongan Tuhan yang selalu menjaga saya. Tangan Sang Penjunan, tangan Sang Majikan Agung yang melatih saya dewasa melalui segala peristiwa yang terjadi. Melalui pendewasaan itu saya bisa menerima semua pengalaman yang tidak menyenangkan, dan memperbaiki diri serta tidak membanding-bandingkan diri lagi dengan orang lain.
Untuk menjadi seorang Zafnat-Paaneah—kuasa atas tanah Mesir dan wakil Firaun—Yusuf harus melalui sumur yang dalam dahulu, harus dijual dan difitnah, bahkan dipenjara. Tetapi pada akhirnya ia bisa menjadi sosok hebat penyelamat Kanaan, keluarganya, bahkan Mesir. Di situlah Yusuf bisa berkata, “Ajaiblah Engkau Tuhan, ajaib kebijaksanaan-Mu, ajaib kecerdasan-Mu”.
Suatu hari kelak, saat semua pengetahuan menjadi sempurna, di langit baru dan bumi baru, kita akan melihat cemerlangnya berlian hidup kita. Cemerlangnya permata Tuhan dalam hidup kita melalui proses yang dahsyat tersebut. Oleh sebab itu, janganlah kita memuji Tuhan hanya dengan irama musik, dengan sorak-sorai dan tarian, tetapi hendaklah kita juga memuji-Nya dengan keteduhan hati dan dengan ucapan syukur yang tulus dan mendalam.
Ironisnya, banyak orang yang menganggap bahwa pujian syukur selalu harus diekspresikan dengan sorak-sorai, tarian dan bahkan melompat-lompat. Padahal kita bisa memuji Tuhan dalam keteduhan, dalam suasana tenang tanpa hiruk pikuk alat musik sekalipun. Dengan tetesan air mata yang tak tampak di hadapan orang lain, marilah kita belajar kebenaran firman Tuhan yang menangkap hal-hal luar biasa yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita, sehingga kita bisa menerima proses pendewasaan-Nya dan memuji Tuhan karenanya.

Memuji Tuhan dengan keteduhan hati penting
untuk memahami hal-hal yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.

Monday, August 16, 2010

Doa Bapa Kami


Doa Bapa Kami dalam bahasa Indonesia :

Bapa kami yang ada di surga,
Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu
di bumi seperti di sorga
Berikanlah kami pada hari ini
makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan
dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya
Amin


 

Doa Bapa Kami dalam bahasa Inggris :
 

Our Father in heaven,
Hallowed be your name,
Your kingdom come,
Your will be done,
On earth as in heaven.
Give us today our daily bread.
Forgive us our sins as we forgive those who sin against us.
Save us from the time of trial,
And deliver us from evil.
For the kingdom, the power, and the glory are yours,
Now and forever. Amen.]

Doa Bapa Kami bahasa Mandarin

我們在天上的父,
願人都尊祢的名為聖,
願祢的國降臨,
願祢的旨意行在地上,如同行在天上。
我們日用的飲食,今日賜給我們,
免我們的債,如同我們免了人的債,
不叫我們遇見試探,
救我們脫離兇惡,
[因為國度、權柄、榮耀,全是祢的,
直到永遠。阿們! ]





Doa Bapa kami dalam bahasa Arab

أبانا الذي في السماء ،
يكون اسم خاصتك مقدس ،
ليأت ملكوتك ،
لتكن مشيئتك
على الارض كما في السماء
يعطينا هذا اليوم
لدينا الخبز اليومي
وسوف يغفر لنا ذنوبنا ،
كما نغفر نحن أيضا الذين ظلموا منا ؛
وتؤدي بنا الا الى اغراء ،
لكن نجنا من الشرير
لأن انت صاحب الامبراطورية
والقوة والمجد إلى أبد الآبدين
آمين



Doa Bapa kami dalam bahasa Belanda :

Onze Vader, Die in de hemelen zijt,
Uw naam worde geheiligd,
Uw koninkrijk kome,
Uw wil geschiede
op aarde als in de hemel
Geef ons deze dag
ons dagelijks brood
en vergeef ons onze zonden,
zoals wij ook vergeven hen die ons pijn gedaan;
En leid ons niet in verzoeking,
maar verlos ons van het kwade
Omdat gij eigenaar van het Rijk
en macht en heerlijkheid in alle eeuwigheid
amen


Doa Bapa Kami dalam bahasa Jerman :

Unser Vater im Himmel,
Dein Name werde geheiligt,
Dein Reich komme,
Dein Wille geschehe
auf Erden wie im Himmel
Gib uns heute
Unser tägliches Brot
und vergib uns unsere Schuld,
wie auch wir vergeben auch diejenigen, die uns Unrecht getan;
Und führe uns nicht in Versuchung,
sondern erlöse uns von dem Bösen
Weil du Besitzer des Reiches
und Macht und Herrlichkeit für immer und ewig
amen


Doa Bapa Kami dalam bahasa Perancis :
Notre Père qui es aux cieux,
Ton nom soit sanctifié,
Que ton règne vienne,
Ta volonté soit faite
sur la terre comme au ciel
Donne-nous aujourd'hui
notre pain quotidien
pour nous pardonner nos fautes,
comme nous aussi nous pardonnons à ceux qui nous ont fait du tort;
Et ne nous induis pas en tentation,
mais délivre-nous du mal
Parce que tu propriétaire de l'Empire
et de la puissance et la gloire aux siècles des siècles
amen


Doa Bapa Kami dalam Bahasa Jepang :

天国誰がアート私たちの父
神聖になたの名前です
なたの王国来る
なたが行われる
地球上で天国のように
この日の私達与える
私たちの毎日のパン
そして私達に私達の欠点をゆるして下さるであろう
我々はまた、私たちを不当な扱いを受けた人々を赦すように;
そして私たちを誘惑しないつながる
しかし、我々からの悪届け
帝国ためになたの所有者
永遠栄光
アーメン


Doa Bapa Kami dalam Bahasa Latin :

Pater noster, qui es in caelis
Sanctificetur nomen tuum,
Adveniat regnum tuum,
Fiat voluntas tua
sicut in caelo et in terra
Da nobis hodie
Panem nostrum quotidianum
et dimitte nobis peccata nostra,
qui nos laeserunt, sicut et nos dimittimus;
Et ne nos inducas in tentationem;
sed líbera nos a malo
Quia, ut imperii sui
et potestas et gloria in saecula saeculorum
Amen


Doa Bapa Kami dalam Bahasa Yunani :

Πάτερ ημών ο οποίος τέχνη στον ουρανό,
Αγιασθήτω το όνομά σου,
Ελθέτω η βασιλεία σου,
Σου θα γίνει
στη γη όπως στον ουρανό
Δώστε μας σήμερα
καθημερινό ψωμί μας
και θα μας συγχωρήσει λάθη μας,
όπως εμείς συγχωρούμε και αυτούς που μας αδικηθεί?
Και να μας οδηγήσει όχι σε πειρασμό,
αλλά ρύσαι ημάς από του πονηρού
Επειδή εσύ ιδιοκτήτης της αυτοκρατορίας
και η δύναμη και η δόξα στους αιώνες των αιώνων
αμήν




Thursday, August 5, 2010

Menerima-Nya



Oleh : Pdt. DR. Erastus Sabdono.
Diambil dari : Renungan harian Truth
 



Baca: Yohanes 1:11–12
Alkitab dalam setahun: Amsal 10–12
Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (ay. 12). Kata “menerima” di dalam teks ini, aslinya ditulis λαβον (élabon) dari akar kata λαμβάνω (lambanō) yang selain berarti “menerima”, juga berarti “menggenggam”, “mencengkeram”. Kata ini bisa menimbulkan berbagai panafsiran, tetapi biasanya orang berpikir bahwa kalau mulutnya sudah mengaku Yesus adalah Tuhan dan hatinya merasa percaya berarti ia sudah menerima-Nya, dan dirinya sudah selamat. Pertanyaan yang patut dilontarkan adalah, apakah Tuhan Yesus sudah merasa dan mengakui bahwa kita telah menerima-Nya? Ingat, banyak orang merasa sudah mengenal Tuhan Yesus dan merasa pasti diterima oleh-Nya, namun ternyata ditolak (Mat. 7:21–23).
Hendaknya kita tidak menganggap remeh arti kata “menerima” ini. Apakah tatkala mempelai wanita berkata kepada mempelai pria, “Aku menerima engkau sebagai suamiku,” berarti ia telah menerima suaminya? Mana bisa janji nikah sepanjang lima detik menjadi ukuran penerimaannya! Tahun-tahun panjang dalam kehidupannya bersama dengan suaminyalah yang kemudian akan membuktikan apakah wanita itu menerima pria tersebut sebagai suaminya secara benar. Demikian pulalah saat seseorang menyatakan dirinya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam suatu kebaktian kebangunan rohani atau pelayanan pribadi, sama sekali belum berarti ia telah menerima Tuhan Yesus dengan benar.
Yoh. 1:12 tidak mencantumkan menerima-Nya sebagai sesuatu. Hanya tertulis “menerima-Nya”, titik. Berarti untuk sungguh-sungguh menerima-Nya, kita harus mengenal secara lengkap dan utuh seluruh keberadaan-Nya yang tertulis di dalam Injil. Maka untuk dapat mengenal Tuhan dan menerima-Nya, dibutuhkan kerja keras dan waktu panjang. Lambanō—mencengkeram—harus merupakan proses berkesinambungan. Jadi kalau hari ini kita merasa telah menerima Tuhan Yesus lalu berhenti belajar, itu salah, sebab sudahkah kita mengenal-Nya secara lengkap dan utuh? Kalau belum, sesungguhnya kita belum menerima-Nya dengan benar.
Memang untuk mengenal Tuhan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hari ini Yesus masih memberi kesempatan kepada kita untuk mengenal-Nya. Kalau kita menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan-Nya untuk bertumbuh dalam pengenalan dan penerimaan kita terhadap-Nya, sesungguhnya Ia tidak menganggap kita telah menerima-Nya. Marilah berjuang terus-menerus untuk mengenal Tuhan Yesus lebih dalam lagi, sehingga Ia mengakui kita telah menerima-Nya.
Untuk sungguh-sungguh menerima Yesus,
kita harus mengenal-Nya secara lengkap dan utuh.

Tuesday, August 3, 2010

Melakukan Kehendak Bapa

Melakukan Kehendak Bapa

Oleh : Pdt. DR. Erastus Sabdono.
Diambil dari : Renungan Harian Truth
Email: info@truth-media.com



Baca: Yakobus 2:14–26
Alkitab dalam setahun: Amsal 4–6
Mengapa orang yang sudah berprestasi dalam pelayanan dengan mengusir setan dan melakukan mukjizat demi nama Yesus masih tidak dikenal oleh-Nya? Bukankah ini bertentangan dengan konsep yang diterima oleh banyak orang Kristen hari ini, bahwa dengan mengaku Yesus adalah Tuhan, mereka sudah menjadi umat-Nya? Mereka mengatakan bahwa keyakinan akan keselamatan juga semakin kuat tatkala membandingkan diri mereka dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, apalagi bila membandingkan dengan mereka yang menghina nama Yesus. Orang-orang Kristen ini merasa sudah istimewa di mata Tuhan. Akhirnya mereka merasa puas dengan hidup Kekristenan yang telah mereka capai tanpa menyadari bahaya yang membayang di balik kepuasan itu.
Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan tidak sekadar pengakuan di bibir, tetapi harus bersumber dari kepercayaan dalam hati (Rm. 10:9–10). Mungkin kita berpikir, kalau orang bisa mengaku, pastilah itu berasal dari hatinya yang percaya. Tetapi tidak demikian, karena orang-orang yang dienyahkan oleh Tuhan (Mat. 7:23) pasti juga merasa dirinya percaya kepada Tuhan. Tetapi ternyata Tuhan Yesus tidak percaya bahwa mereka percaya kepada-Nya. Kepercayaan mereka ternyata tidak menyelamatkan mereka.
Kepercayaan yang benar dalam hati pasti terwujud dalam tindakan, sebab iman tanpa perbuatan seperti tubuh tanpa roh, dan pada hakikatnya adalah mati (ay. 17, 26). Jadi iman harus disertai dengan tindakan atas pengakuan kita bahwa Yesus adalah Tuhan. Setan-setan pun percaya bahwa Yesus adalah Tuhan (ay. 19), tetapi percaya seperti itu bukan iman yang menyelamatkan. Iman yang menyelamatkan berarti tidak saja kita dapat memanggil Yesus sebagai Tuhan, tetapi juga melakukan kehendak Bapa. Melakukan kehendak Bapa sama dengan hidup dalam otoritas Tuhan Yesus, sebab Ia menyampaikan apa yang dikehendaki Bapa untuk dilakukan oleh umat-Nya, sehingga kita harus mendengarkan-Nya (Mat. 17:5).
Marilah kita renungkan, sejauh mana kita telah hidup dalam otoritas Tuhan? Sedalam apa kita telah belajar mengerti kehendak Tuhan dan melakukannya? Orang yang sungguh-sungguh berniat menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan memperlakukan-Nya dengan proporsional sebagai Majikan Agung akan senantiasa berusaha mencari kehendak-Nya dan melakukannya. Jangan jemu-jemu mempelajari Firman-Nya, supaya kehendak-Nya nyata untuk kita lakukan dan pada saatnya nanti, Ia menerima kita sebagai hamba-Nya yang setia.
Orang yang percaya Yesus sebagai Tuhan akan
senantiasa berusaha melakukan kehendak Allah.