Sunday, July 25, 2010

Alkitab Harus Menjadi Primadona


Penulis : Pdt.DR. Erastus Sabdono. (Truth Daily)

Baca: 2 Timotius 3:1–9
Alkitab dalam setahun: 2 Samuel 8–12

Kehidupan iman orang percaya menghadapi tantangan yang semakin berat pada abad ini. Tantangan itu adalah kehidupan dunia yang semakin fasik, filosofi yang memancarkan spirit tidak takut Tuhan dan tidak memedulikan hukum-Nya. Filosofi itu antara lain materialisme (materi sebagai nilai tertinggi kehidupan), humanisme (menganggap manusia lebih penting daripada segalanya), antroposentrisme (kehidupan yang berpusat kepada diri sendiri), serta berbagai pemikiran modern lainnya yang menggiring orang Kristen semakin jauh dari pola berpikir yang Alkitabiah.
Dunia seperti ini telah menenggelamkan kehidupan iman banyak orang percaya. Banyak perilaku pasangan hidup yang merusak hakikat perkawinan, sehingga angka perceraian dan ketidaksetiaan semakin meningkat tajam. Kondisi ini membuat keluarga-keluarga Kristen tidak memberi perhatian kepada pendidikan rohani. Nilai-nilai spiritual menjadi terabaikan. Jikalau nilai-nilai spiritual tidak dihargai lagi maka praktik hidup yang tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan mewarnai kehidupan.
Tidak bisa dibantah, dewasa ini banyak orang lebih tertarik kepada layar lebar, tayangan olah raga, sinetron, gaya hidup konsumtif, chatting, hiburan di Internet dan sebagainya, daripada memburu pengenalan akan Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Orang yang giat menggali kebenaran Firman Tuhan dianggap aneh, ekstrem, kuno, korban indoktrinasi dan sebagainya. Ini terjadi sebab banyak orang Kristen akhir-akhir ini tidak memperlakukan Firman Tuhan secara proporsional. Mereka tidak mengasihi Tuhan, terbukti dengan tidak mengasihi Firman-Nya.
Jadi sekalipun kita anggota jemaat biasa, kita tidak boleh mengabaikan pelajaran Alkitab. Alkitab harus menjadi primadona bacaan bagi kita. Dengan pemahaman mengenai kebenaran Tuhan yang mendalam, kita akan senantiasa waspada sehingga tidak akan menjadi mangsa empuk bagi para pengajar palsu yang sebenarnya sedang menipu jemaat dengan mengatasnamakan “Firman Tuhan” atau “suara Tuhan”. Sebagai orang Kristen, kita harus terus mempelajari kebenaran yang murni dan bertumbuh dewasa di dalam Tuhan. Intelektualitas bukan hanya dikembangkan dalam ilmu-ilmu sekuler, tetapi juga dalam kerohanian kita. Belajar Firman Tuhan harus dilakukan terus-menerus sampai kita menutup mata. Untuk itu kita tidak boleh berpuas diri dengan pemahaman kita saat ini, tetapi kita harus berkembang terus dalam kebenaran.

Jadikan Alkitab primadona bacaan bagi kita agar kita menjadi cerdas.

Friday, July 16, 2010

Pemahaman Yang Benar Mengenai Akhir Zaman


Dapatkan majalah TRUTH Edisi 19, yang mengangkat topik utama mengenai akhir zaman. TRUTH ingin meluruskan pemahaman mengenai akhir zaman yang saat ini sering disalahartikan oleh banyak pihak. Apakah akan ada pengangkatan sebelum Tuhan Yesus datang? Siapakah Antikristus itu? Membedah pula nubuat di Matius 24 dan Yoel 2, serta mengungkap fakta-fakta mengenai akhir zaman, kita akan diajak untuk menyikapi kedatangan Tuhan yang kedua dengan sebagaimana mestinya diajarkan oleh Alkitab.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi Rehobot Literature di 021-56954546 ext. 30, 021-68707000, 08 7878 70 7000. Email: info@truth-media.com

Walau Tidak Meminta


Walau Tidak Meminta

Bacaan hari ini: Markus 8:1-13
Ayat mas hari ini:
Markus 8:2
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 3,4; Kisah Para Rasul 7:44-60


Belum lagi dipakai tiga bulan, sepeda motor Danang sudah hilang ketika di parkir dekat gereja. Ia kecewa sekali. Ia terus berdoa agar Tuhan mengembalikan motor itu, tetapi hasilnya nihil. Berbulan-bulan ia merasa sedih karena harus naik kendaraan umum lagi. Suatu hari ia berpikir, “Dulu sebelum memiliki motor, aku bahagia ketika naik bus atau mikrolet. Mengapa sekarang tidak?” Danang lalu belajar merasa cukup dengan apa yang ada. Setahun kemudian ia besaksi, “Kini aku bahagia lagi naik kendaraan umum. Kini prinsipku: Jika Tuhan tidak mengembalikan motorku, itu berarti aku tidak membutuhkannya!”
Tuhan Yesus memberi apa yang benar-benar kita butuhkan. Ketika melihat sejumlah besar orang kelaparan karena sudah tiga hari mengikuti-Nya, Yesus tahu bahwa mereka sangat perlu makanan. Tanpa makan, banyak yang akan jatuh pingsan. Maka, walaupun mereka tidak meminta, Yesus berinisiatif memberi mereka makan roti dan ikan dengan cara ajaib. Dia tidak akan tinggal diam saat kita berhadapan dengan sebuah kebutuhan mendesak. Sebaliknya, ketika orang Farisi meminta tanda, Yesus tidak memberikannya. Mengapa? Karena Yesus tahu bukan itu yang mereka butuhkan. Yang mereka butuhkan adalah iman, bukan tanda.
Betapa sering kita bersungut-sungut ketika Tuhan tidak memberi apa yang kita minta. Kecewa saat melihat kenyataan berbeda dengan yang kita doakan dan harapkan. Kini saatnya kita belajar menjadi dewasa. Katakan pada diri sendiri: “Jika Tuhan tidak memberikan sesuatu, itu berarti aku tidak membutuhkannya. Aku bisa hidup bahagia tanpa itu!”
Tuhan memberi apa yang kita butuhkan
bukan apa yang kita inginkan

Modal Utama

Modal Utama

Bacaan hari ini: Wahyu 3:7-13
Ayat mas hari ini: Wahyu 3:10
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 18,19; Kisah Para Rasul 20:17-38


Pdt. Eka Darmaputera dalam salah satu khotbahnya mengatakan, “Modal utama kita sebagai murid Kristus bukan terletak pada jumlah atau pun kekuasaan, melainkan pada ketaatan kita kepada Tuhan. Tidak ada artinya kita memiliki kekuatan secara lahiriah, apabila itu kita raih dengan mengorbankan prinsip-prinsip iman kita.”
Pesan ini sejajar dengan pesan dalam surat kepada Jemaat di Filadelfia. Filadelfia adalah kota termuda di antara ketujuh kota yang disebut dalam kitab Wahyu. Dibangun oleh Raja Attalus II sekitar tahun 150 sebelum Kristus. Konon Attalus membangun kota itu untuk menyatakan rasa cintanya yang begitu besar kepada Eumenes, saudara laki-lakinya. Karenanya diberi nama Filadelfia, yang berasal dari kata Yunani philadelphos, artinya: orang yang mengasihi saudara laki-lakinya.
Secara kuantitas, Jemaat Filadelfia bukanlah jemaat yang besar dan kuat. Akan tetapi, mereka taat kepada Tuhan. “Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa,” demikian firman Tuhan. “Namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku” (ayat 8). Karena itu, Tuhan pun akan melindungi mereka dari pencobaan yang akan datang menimpa dunia (ayat 10).
Gereja yang berfokus pada upaya menambah jumlah pengikut, memperkuat pengaruh sosial, ekonomi, dan politik, pasti akan kecewa. Itu dasar yang rapuh. Upaya gereja harus mulai dari ketaatan kepada Tuhan. Begitu juga dalam hidup pribadi. Kekuatan kita sebagai pengikut Kristus bukan terletak pada materi, jabatan, atau kekuasaan, melainkan pada ketaatan kepada Tuhan. Fokus hidup kita haruslah tertuju pada bagaimana kita tetap taat kepada Tuhan.

Kita tidak dipanggil untuk menjadi kaya atau berhasil
kita dipanggil untuk taat—Ibu Teresa


Penulis: Ayub Yahya