Wednesday, September 14, 2011

Perjalanan Waktu


Oleh : Pdt.Dr.Erastus Sabdono
From : Truth Daily Enlightenment

Baca: Pengkhotbah 3:1–8
Alkitab dalam setahun: 2 Tawarikh 28–31

Pengkhotbah mengingatkan bahwa segala sesuatu ada waktunya. Tetapi sekalipun puisi ini terdengar indah, dalam tulisan di bahasa aslinya, yang ditekankan penulisnya adalah, hidup ini monoton, penuh rutinitas yang membosankan. Jika kita terjebak dalam rutinitas dan membiarkannya berlalu begitu saja, kita mudah lupa bahwa perjalanan waktu tak bisa dicegah dalam hidup ini. Jebakan rutinitas inilah yang membuat orang meremehkan realitas perjalanan waktu, sehingga lupa bahwa dirinya adalah makhluk kekal. Manusia disibukkan oleh rutinitas sehingga tidak berjaga-jaga menyongsong kekekalannya.
Sesungguhnya perjalanan waktu ini sesuatu yang pasti dan sedang berlangsung. Perjalanan waktu ini didendangkan oleh detak jantung atau denyut nadi kita, juga diiringi oleh detak-detak jam tangan dan jam dinding kita. Seharusnya setiap kali kita merasakan detak jantung dan denyut nadi, kita diingatkan bahwa kita ada dalam perjalanan waktu. Setiap kali kita mendengar detak jam kita, kita diingatkan bawa kita sedang ada dalam pengembaraan waktu yang akan berakhir. Sebagaimana baterai jam dinding yang akan habis suatu saat sehingga tidak akan mampu memutar jarum jam lagi, demikian pula suatu ketika organ tubuh manusia tidak akan mampu memutar jarum kehidupannya.
Harus diingat bahwa ini suatu hal yang pasti. Mari sesekali kita renungkan realitas ini dengan mengunjungi tempat-tempat masa kecil kita, Kita akan menyadari betapa cepatnya waktu ini berlalu. Rasanya baru kemarin kita masih bermain-main di suatu tempat, sekarang tempat itu sudah sangat jauh berubah. Ditambah lagi orang-orang yang dahulu kita kenal, sekarang sudah tinggal batu nisan. Coba amati foto-foto kenangan waktu kita masih kecil. Tak disangka, tiba-tiba rambut kita sudah beruban. Begitu cepat waktu ini berlalu. Berjalan terus tanpa kompromi. Tidak ada seorang yang dapat menghentikannya.
Perjalanan waktu itu tidak menjadi masalah, kalau tidak ada ujungnya. Jika ada ujungnya pun tidak menjadi masalah, kalau tidak ada pertanggungjawaban. Namun Ternyata perjalanan waktu kita ada ujungnya, dan di ujung itu ada pertanggungjawaban. Firman Tuhan menyatakan bahwa kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat (2Kor. 5:10). Maka betapa pentingnya mengisi perjalanan hidup ini dengan bijak agar kita dapat memperoleh upah yang sepatutnya di hadapan takhta pengadilan Kristus.
Karena di ujung perjalanan waktu kita ada pertanggungjawaban,
mari belajar hidup dengan bijak.